News

MEWUJUDKAN MUHAMMADIYAH GROBOGAN PROFESSIONAL DENGAN PELATIHAN DIGITAL

Grobogan, 18 Desember 2025Dalam upaya meningkatkan keterampilan publikasi, muhammadiyah Grobogan berkumpul dalam workshop Reputasi Digital di ruang multimedia SMA Muhammadiyah Purwodadi yang diadakan sangat antusias dari peserta. Acara ini menjadi ajang bagi peserta untuk belajar dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan reputasi di dunia digital, sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta muhammadiyah.

Perwakilan PDM Grobogan dr. Henny Sutrisno, MM mengucapkan terima kasih kepada semua hadirin, termasuk PWM, PDM, PCM, AUM, dan ortom, yang telah hadir dalam acara ini. Kehadiran Bapak/Ibu semua merupakan wujud nyata upaya kita bersama untuk memperkuat citra dan tata kelola media serta meningkatkan kualitas publikasi. Melalui komunikasi yang efektif antara PDM, PCM, AUM, dan ortom, kita dapat melaksanakan berbagai kegiatan media digital dan media cetak, termasuk buletin yang menginspirasi. Pagi ini, suasana begitu luar biasa, dan semangat kita untuk berkolaborasi semakin membara

Dalam rangka memperkuat branding, positioning, dan reputasi digital Persyarikatan, Suara Muhammadiyah terus berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat. Salah satu langkah signifikan adalah memperbaiki tampilan laman web PDM Grobogan yang kini menghadirkan konten menarik di halaman pertama Google Sheets. Namun, tantangan besar tetap ada; penelitian menunjukkan bahwa dalam konteks korupsi, agama seringkali menjadi tolak ukur yang dilematis. Teori baik tidak selalu sejalan dengan praktik yang baik, sehingga memunculkan problem setting dalam siklus seratus tahun terkait mindset yang sering kali membiarkan hal buruk, sementara hal baik justru dihadapkan pada kritik dan fitnah ujar Ikhwanushoffa, S. Pd selaku sekretaris PWM Jateng dan narasumber.

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berfokus pada dakwah amar ma’ruf nahi munkar seharusnya mendorong penguatan nilai-nilai positif. Sejarah menunjukkan bahwa pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan mengajarkan pentingnya kepemimpinan dan kontribusi sosial dalam membangun masyarakat, sehingga inovasi dan kebaruan menjadi kunci. Namun, dengan penerapan KPI yang berfokus pada angka-angka kuantitatif, kerja dalam persyarikatan menjadi rumit, karena evaluasi yang baik tidak bisa hanya diukur dengan statistik. Meskipun terdapat berbagai tantangan terhadap citra Muhammadiyah, survei menunjukkan bahwa 91% masyarakat memiliki pandangan positif terhadap organisasi ini, jauh lebih baik dibandingkan dengan citra ormas lain. Dengan prinsip-prinsip Islami yang konsisten dan pendekatan yang akurat, Muhammadiyah tetap berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Oleh: Suyadi (LDK – PDM Grobogan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button