News

SMP Muhammadiyah Plus Purwodadi Mengikuti In House Training Menjadi Sekolah Unggul dan Sukses SPMB

Purwodadi- SMP Muhammadiyah Plus Purwodadi bersama sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Grobogan mengikuti kegiatan In House Training (IHT) bertema “Menjadi Sekolah Unggul dan Sukses SPMB”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada Senin–Selasa, 26–27 Januari 2026, bertempat di Hotel 21 Purwodadi. IHT ini diikuti oleh para kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta tim pengembang sekolah Muhammadiyah se-Grobogan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan sekolah, khususnya dalam menghadapi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Selain itu, IHT ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan strategi dan wawasan agar sekolah Muhammadiyah mampu berkembang menjadi sekolah unggul, berdaya saing, dan diminati masyarakat.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini sangat diperlukan mengingat tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif. Sekolah dituntut tidak hanya mampu memberikan layanan pendidikan yang baik, tetapi juga memiliki ciri khas dan keunggulan yang membedakannya dengan sekolah lain. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas manajemen sekolah Muhammadiyah di Grobogan.

Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Mulyana AZ, S.Pd., M.Si. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya strategi dalam membesarkan sekolah. Menurutnya, sekolah tidak bisa berkembang secara alami tanpa perencanaan yang matang. Dibutuhkan visi yang jelas, program yang terarah, serta kerja sama seluruh unsur sekolah agar tujuan menjadi sekolah unggul dapat tercapai.

Dr. Mulyana menjelaskan bahwa sekolah harus memiliki keunggulan dan program yang berdiferensiasi. Keunggulan tersebut dapat berupa program akademik, program keagamaan, kegiatan ekstrakurikuler, maupun layanan khusus yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat sekitar. Dengan adanya diferensiasi program, sekolah memiliki nilai jual yang lebih kuat sehingga lebih mudah dikenal dan diminati.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa SPMB bukan sekadar proses penerimaan siswa, tetapi merupakan bagian dari strategi besar pengembangan sekolah. Oleh karena itu, perencanaan SPMB harus dilakukan secara sistematis, mulai dari pemetaan potensi sekolah, penyusunan program unggulan, hingga strategi promosi yang efektif dan beretika. Sekolah harus mampu menyampaikan keunggulannya kepada masyarakat secara jujur dan profesional.

Peserta IHT mendapatkan materi tentang analisis kondisi sekolah, perumusan visi dan misi yang relevan, serta penyusunan program unggulan yang sesuai dengan karakter sekolah Muhammadiyah. Selain itu, dibahas pula strategi komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat sebagai mitra penting dalam pengembangan sekolah. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan sekolah di masing-masing tempat.

SMP Muhammadiyah Plus Purwodadi sebagai salah satu peserta aktif dalam kegiatan ini menyambut baik pelaksanaan IHT tersebut. Pihak sekolah menilai bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam membuka wawasan tentang pentingnya inovasi dan perencanaan strategis. Melalui IHT ini, SMP Muhammadiyah Plus Purwodadi berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta mengembangkan program-program unggulan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan IHT juga menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi antar sekolah Muhammadiyah se-Grobogan. Para peserta dapat saling bertukar gagasan, pengalaman, serta praktik baik yang telah dilakukan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, diharapkan tercipta sinergi dalam mengembangkan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Grobogan.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa keberhasilan sekolah dalam menjadi sekolah unggul tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pelatihan semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

Pada akhir kegiatan, Dr. Mulyana kembali menegaskan bahwa sekolah harus berani berubah dan berinovasi. Sekolah yang stagnan akan sulit berkembang, sedangkan sekolah yang mau belajar dan berbenah akan lebih cepat maju. Menurutnya, kunci utama keberhasilan adalah komitmen bersama, mulai dari pimpinan sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan, untuk menjalankan program secara konsisten dan profesional.

Dengan terselenggaranya IHT “Menjadi Sekolah Unggul dan Sukses SPMB” ini, diharapkan SMP Muhammadiyah Plus Purwodadi dan sekolah Muhammadiyah se-Grobogan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan. Melalui strategi yang tepat, keunggulan yang jelas, serta program yang berdiferensiasi, sekolah Muhammadiyah di Grobogan diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, dipercaya masyarakat, serta mampu mencetak generasi berkarakter Islami dan berprestasi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button