News

RIBUAN DA’I SEBAGAI GERAKAN LEMBAGA DAKWAH KOMUNITAS SELURUH INDONESIA DALAM RAKORNAS II DI UNIMUS

Semarang, 29 Januari 2026 —Pembukaan acara Rakornas II tahun 2026 LDK (Lembaga Dakwah Komunitas) di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) yang memukau hadirin dengan tarian Gambyong Semarangan yang diperankan oleh beberapa mahasiswi. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting Nasional, da’i seluruh Indonesia serta masyarakat umum menjadi momen spesial yang dipandang sebagai lambang budaya dan semangat dari insan dakwah yang terus maju.

Rektor UNIMUS, Masrukhi, menyampaikan kebanggaannya kepada UNIMUS sebagai tuan rumah merupakan salah satu dari 164 kampus Muhammadiyah di Indonesia yang terus berkembang pesat. “Setiap tahun, kualitas pendidikan dan fasilitas di kampus ini semakin membaik,” ujarnya. Ia juga menggambarkan terobosan terbaru dari Rumah Sakit yang dimiliki berafiliasi dengan UNIMUS sedang melakukan inovasi pengobatan kanker tanpa kemoterapi.

Dalam acara ini, Moh Arifin selaku Ketua Pimpinan Pusat LDK, memikat perhatian para hadirin yang benar-benar antusias dengan humor dan pantun, terutama saat menyebutkan kesalahan sebutan Gubernur Jawa Tengah yang menjadi “Jawa Timur”. “Hadirin tersenyum, kalau gak gini gak ketawa!” serunya, sambil menyisipkan guyonan yang membuat suasana semakin hidup.

Arifin menekankan peran penting LDK dalam mengawal perjalanan dakwah untuk Indonesia tercinta. Ia juga mempersembahkan penghargaan kepada mereka yang berprestasi, mencakup berbagai kategori seperti “Pendamping Mualaf Terbaik” dan “Da’i Inspiratif Nasional”. Selain itu, aplikasi baru bernama SidakMu diluncurkan untuk memantau pergerakan da’i dalam menyebarkan dakwah keseluruh wilayah.

Ketua PWM Tafsir mengungkapkan rasa syukurnya, setelah baru-baru ini mewisuda 400 da’i dari Sekolah Tabligh Jawa Tengah. Dalam kalimatnya, ia menyampaikan pentingnya menjangkau semua kalangan, termasuk kelompok-kelompok yang sering terpinggirkan dalam dakwah, seperti kaum waria dan pekerja seks.

Gubernur Jateng, Ahmad Lutfi, dalam sambutannya berharap agar Jawa Tengah, yang dikenal dengan semboyan “gemah ripah loh jinawi, toto tentrem”, terus bekerja dan kolaboratif untuk menyelesaikan masalah sosial. Ia menekankan pentingnya kesejahteraan sosial dan pencapaian standarisasi pangan yang meningkat signifikan.

Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, memberikan apresiasi kepada insan dakwah sekaligus menyerahkan penghargaan masing- masing senilai Rp 10 juta kepada setiap nominator bagi 20 nominasi. Beliau juga menjelaskan bahwa kebijakan pangan dari pemerintah berupaya mengangkat kesejahteraan petani melalui berbagai program operasional yang sudah berjalan di 38 provinsi.

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam pidatonya mendukung kompetisi sehat di antara generasi muda dan menghargai kemajuan yang kokoh. “Kami selalu memperjuangkan perkembangan pendidikan dan gerakan sosial sesuai prinsip al-Maun,” ungkapnya dengan semangat.

Acara ini diakhiri dengan pernyataan bahwa dakwah harus menjangkau semua segmen masyarakat, serta komitmen bersama untuk terus beradaptasi dengan dinamika zaman dan tantangan yang ada. Pembukaan ini bukan hanya sekadar acara, tetapi juga menggambarkan harapan dan aspirasi besar untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Oleh: Suyadi LDK Grobogan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button